Sosialisasi Pemilih Partisipatif, Bawaslu Mamasa Perkuat Pemahaman Kepemiluan dan Literasi Digital Pemilih Pemula
|
Bawaslu Kabupaten Mamasa – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamasa terus memperkuat komitmennya dalam mengawal kualitas demokrasi melalui jalur edukasi. Pada Jumat (23/01/2026), Bawaslu Mamasa menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilih Partisipatif yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya sistematis untuk membekali generasi muda dengan kesadaran politik yang sehat.
Kegiatan strategis ini terlaksana berkat kolaborasi apik antara Bawaslu Kabupaten Mamasa dengan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Asyariah Mandar (UNASMAN) Angkatan XLI Tahun Akademik 2026/2027. Sinergi ini sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian lembaga pengawas dan akademisi terhadap peran strategis pemilih pemula.
Kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan implementasi nyata dari program inovatif Bawaslu Kabupaten Mamasa yang bertajuk "Tama' Mesa". Program ini dirancang khusus untuk mewujudkan generasi yang Cerdas dalam berpikir, Beradab dalam bertindak, dan Berperan aktif dalam menggunakan hak pilihnya.
Anggota Bawaslu Kabupaten Mamasa, Adiwijaya, yang hadir sebagai narasumber pertama, menjelaskan bahwa program "Tama' Mesa" menjadi ruh dalam setiap upaya edukasi kepada masyarakat, terutama pelajar.
"Melalui semangat 'Tama' Mesa', kami ingin membentuk pemilih pemula yang tidak hanya pintar secara intelektual memahami prosedur pemilu, tetapi juga memiliki adab dan moralitas untuk menolak segala bentuk kecurangan. Kami ingin kalian menjadi generasi yang berperan aktif, bukan sekadar angka dalam daftar pemilih," ujar Adiwijaya.
Dalam pemaparannya, Adiwijaya menguraikan bahwa pemilih pemula—yakni warga negara yang telah mencapai usia 17 tahun—memiliki tanggung jawab besar sebagai penentu arah masa depan bangsa. Ia memberikan peringatan keras terhadap bahaya politik uang (money politics) dan praktik "serangan fajar" yang sering merusak integritas pemilu.
Siswa didorong untuk memiliki keberanian menolak suap dan terlibat sebagai Kader Pengawas Partisipatif. Dengan keterlibatan aktif siswa di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal, diharapkan potensi pelanggaran pemilu dapat ditekan sejak dini.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Ketua Komunitas Demokrasi Kondosapata, Jutio Mawan. Ia memaparkan pentingnya memahami fungsi lembaga penyelenggara pemilu untuk memastikan proses demokrasi berjalan sesuai asas Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil).
Jutio juga menekankan pentingnya kecerdasan dalam bermedia sosial. Ia mengimbau para siswa untuk waspada terhadap penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang kerap meningkat menjelang pesta demokrasi. "Menjadi pemilih yang beradab berarti tidak ikut serta menyebarkan fitnah dan mampu memverifikasi setiap informasi yang diterima," tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi lepas yang berlangsung dinamis di bawah panduan pemateri P2P. Untuk memacu semangat peserta, penyelenggara memberikan berbagai door prize bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan kritis seputar materi yang telah disampaikan. Suasana diskusi menjadi sangat hidup, mencerminkan antusiasme tinggi dari para siswa SMKN 1 Rantebulahan Timur.
Melalui sosialisasi yang terintegrasi dengan program "Tama' Mesa" ini, Bawaslu Kabupaten Mamasa berharap dapat melahirkan kader-kader pengawas muda yang memiliki pengetahuan utuh, literasi digital yang kuat, serta komitmen moral untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas di Bumi Kondosapata.
Penulis dan Foto : Humas
Editor : Humas

