Lompat ke isi utama

Berita

Menyiapkan Pemilih Cerdas Sejak Dini, Bawaslu Mamasa Tanamkan Nilai Demokrasi di Sekolah

Foto

Foto Anggota Bawaslu Kabupaten Mamasa Adiwijaya Pada Kegiatan sosialisasi GenPilih (Generasi Pemilih Cerdas dan Partisipatif)                                                di SMK Negeri 1 Aralle pada Sabtu, 8 November 2025.

Bawaslu Kabupaten Mamasa — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamasa kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi GenPilih (Generasi Pemilih Cerdas dan Partisipatif) di lingkungan sekolah menengah atas/kejuruan. Kegiatan kali ini digelar di SMK Negeri 1 Aralle pada Sabtu, 8 November 2025.

Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran politik bagi pemilih pemula, sekaligus menumbuhkan partisipasi aktif generasi muda dalam pengawasan pemilu. Kegiatan dihadiri oleh guru dan para siswa-siswi kelas XI dan XII, dengan Anggota Bawaslu Kabupaten Mamasa, Adiwijaya, bertindak sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Adiwijaya menyampaikan sejumlah poin penting terkait pendidikan pemilih pemula yang menjadi fokus utama kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya bagi generasi muda untuk memahami visi dan misi calon yang akan dipilih, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

 “Pemilih pemula harus menjadi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan partisipatif. Jangan memilih karena iming-iming atau uang, karena politik uang merupakan pelanggaran dalam pemilu,” tegas Adiwijaya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah pencegahan yang dilakukan oleh Bawaslu Mamasa agar para pemilih pemula lebih melek terhadap proses pemilu dan pemilihan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pemilih yang menggunakan hak pilihnya dua kali, sebab hal itu jelas dilarang dalam Undang-Undang Pemilu dan Pemilihan.

Adiwijaya juga memberikan penjelasan praktis kepada para siswa mengenai syarat untuk dapat memilih, yakni kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Kalau teman-teman sudah berusia 17 tahun, segera urus KTP agar bisa menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang,” ujarnya.

Menariknya, dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan seputar hak pilih dan netralitas aparatur negara.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengapa TNI dan Polri tidak dapat memberikan suara dalam pemilu. Adiwijaya menjelaskan bahwa hal itu telah diatur dalam Undang-Undang, karena TNI dan Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilu berlangsung.

Pertanyaan lainnya datang dari guru yang menanyakan apakah ASN boleh menghadiri kampanye. Menjawab hal tersebut, Adiwijaya menerangkan bahwa sesuai Surat Edaran (SE) Bawaslu, ASN dilarang aktif dalam kegiatan kampanye. 

“Memang pernah ada pernyataan dari Menteri Dalam Negeri, namun dalam konteks penegakan pelanggaran, Bawaslu tetap menjadi lembaga yang berwenang. Penilaian pelanggaran ASN tetap dilihat dari tingkat keaktifannya dan bukti yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pertanyaan tentang siswa yang ingin mengikuti kampanye, Adiwijaya menegaskan bahwa warga negara yang sudah genap berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih boleh mengikuti kampanye, namun bagi yang belum cukup umur tidak diperkenankan.

Selain pendidikan kepemiluan, Adiwijaya juga menyinggung netralitas ASN dan kepala desa, yang dinilainya memiliki peran penting dalam menjaga keadilan pemilu.

“ASN dan kepala desa tidak boleh berpihak pada pasangan calon tertentu. Netralitas mereka sudah diatur dalam regulasi pemilu dan pemilihan. Jika ada orang tua teman-teman yang ASN, sampaikan bahwa mereka harus netral,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Mamasa mengajak para pemilih pemula untuk tidak sekadar memahami proses dan aturan dalam pelaksanaan pemilu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap suara memiliki makna besar bagi masa depan bangsa. Pemilih muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan menolak segala bentuk praktik yang mencederai integritas pemilu.

Kegiatan GenPilih yang digelar di SMK Negeri 1 Aralle menjadi bukti komitmen Bawaslu Mamasa dalam menyiapkan generasi penerus yang cerdas dalam memilih, berani bersikap jujur, serta memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mewujudkan Pemilu 2029 yang bersih, berintegritas, dan bermartabat.

Penulis dan Foto : Humas

Editor : Humas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag
Berita