Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi Bahas Isu Politik Uang Bersama Masyarakat Sipil

Foto

Foto Kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi Adiwijaya bersama Masyarakat Sipil

Bawaslu Kabupaten Mamasa, –Anggota Bawaslu Kabupaten Mamasa, Adiwijaya, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi berkenaan dengan Isu Permasalahan Politik Uang bersama masyarakat sipil di Mamasa, pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan Pilkada 2024, praktik politik uang masih menjadi salah satu strategi yang sering digunakan oleh peserta pemilu untuk menarik simpati dan dukungan masyarakat dalam memenangkan kontestasi demokrasi. Berbagai cara dilakukan oleh tim pemenangan untuk memengaruhi pilihan pemilih, sehingga praktik ini masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas.

Adiwijaya menekankan bahwa kesadaran masyarakat memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kualitas demokrasi. Tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga partai politik serta peserta pemilihan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga proses demokrasi agar tetap berjalan secara jujur dan adil. Menurutnya, pembangunan bangsa harus lahir dari kesadaran bersama seluruh lapisan masyarakat untuk menolak praktik-praktik yang merusak nilai demokrasi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa upaya membangun kesadaran masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut harus dimulai dari tingkat individu, kemudian diperkuat dalam lingkungan keluarga, lingkungan bermasyarakat, hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adanya kesadaran kolektif tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih kritis dan berani menolak praktik politik uang dalam setiap momentum pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

Dalam diskusi juga terungkap bahwa berdasarkan fakta yang terjadi selama ini, praktik politik uang dalam pemilu maupun pemilihan masih cukup dominan dan bahkan sering kali menjadi faktor yang memengaruhi hasil pemilihan. Oleh karena itu, peranan partai politik, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, masih membutuhkan perhatian dan penguatan yang serius.

Partai politik dinilai memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam meminimalisir praktik politik uang. Melalui proses kaderisasi yang baik, partai politik diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang cerdas, berintegritas, serta mampu menawarkan gagasan dan visi misi yang jelas kepada masyarakat. Tidak hanya sebatas menyampaikan janji politik melalui argumentasi, tetapi juga memiliki keberanian dan komitmen untuk merealisasikan janji tersebut secara nyata.

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu

Editor : Humas Bawaslu

Tag
Berita