Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mamasa Peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Foto

Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juli 2026 Bawaslu Kabupaten Mamasa

Bawaslu Kabupaten Mamasa – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamasa melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Upacara yang berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa nasionalisme ini digelar di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Mamasa dengan mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mamasa Rustam, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, serta dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan sekretariat yang meliputi Anggota Bawaslu, Koordinator Sekretariat, dan seluruh staf teknis maupun pendukung. 

​Dalam amanatnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Mamasa membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Melalui pidato tersebut, disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar sebuah seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban nyata atas terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Di tengah situasi global yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila telah membuktikan ketangguhannya sebagai "bintang penuntun" sekaligus "jangkar moral" bangsa dalam menghadapi berbagai turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

​Lebih lanjut, pidato Kepala BPIP RI menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bangsa ini memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, Pancasila diposisikan sebagai fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta peran aktif dalam mediasi konflik regional. Melalui pembacaan pidato ini, seluruh jajaran Bawaslu Mamasa diharapkan dapat terus menanamkan nilai-nilai keadilan dan persatuan dalam mengawal demokrasi di daerah. Rangkaian upacara peringatan yang berlangsung tertib ini kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keutuhan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu

Editor : Humas Bawaslu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag
Berita