Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Mamasa Masuk Nominasi Lembaga Keterbukaan Informasi Publik Terbaik Se-Sulawesi Barat

Foto

Foto Wawancara Monev KIP Tahun 2025

Bawaslu Kabupaten Mamasa – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamasa akhirnya meraih pengakuan atas komitmennya dalam mewujudkan transparansi informasi publik. Melalui proses seleksi penilaian awal Monev KIP yang ketat yang dilakukan oleh Bawaslu Republik Indonesia, Bawaslu Mamasa tercatat sebagai salah satu nominasi lembaga dengan keterbukaan informasi publik terbaik, masuk dalam tiga besar kategori terbaik se-Provinsi Sulawesi Barat. 

Berkaitan dengan prestasi tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Mamasa bersama Koordinator Sekretariat dan staf Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi  (PPID) mengikuti wawancara Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik                      Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2025 oleh Bawaslu Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai Surat Bawaslu RI Nomor: B-301/HM.00.00/K1/08/2025 tanggal 7 Agustus 2025, yang mengundang Bawaslu Kabupaten/Kota peraih tiga besar terbaik di masing-masing provinsi.

Proses wawancara yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2025 ini merupakan tahapan terakhir dari rangkaian Monev di tahun 2025 yang dilakukan oleh Bawaslu RI dalam rangka seleksi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/ Kota sebagai Lembaga dengan PPID terbaik. Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapus Datin) Bawaslu RI menyampaikan bahwa Monev menjadi salah satu upaya nyata Bawaslu untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui transparansi dan kemudahan akses informasi publik.

Hal senada juga disampaikan Kordiv. Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu RI Puadi dalam sambutan dan arahannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Bawaslu adalah lembaga yang dibiayai oleh keuangan negara yang bersumber dari rakyat, sehingga seluruh aktivitasnya wajib dipertanggungjawabkan kepada publik melalui keterbukaan informasi.

“Monitoring dan evaluasi ini merupakan wujud komitmen kita dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kami berharap Bawaslu Kabupaten/Kota terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyampaian informasi publik,” ujar Puadi. Ia juga berpesan agar seluruh peserta wawancara dapat mengikutinya secara sungguh-sungguh dan maksimal.

Pembukaan wawancara diikuti oleh seluruh Bawaslu Provinsi se-Indonesia serta Bawaslu Kabupaten/Kota yang berhasil masuk tiga besar di provinsi masing-masing. Adapun Teknis wawancara dilakukan oleh pihak ketiga yang terdiri dari Komisi Informasi dan para penggiat keterbukaan informasi publik. Sistem wawancara dilaksanakan dengan tiga kabupaten/kota dalam satu ruang virtual, berdurasi 45 menit setiap sesi, menggunakan dua perangkat Zoom secara bersamaan dan satu perangkat mobile (HP/tablet) sebagai pendukung teknis.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mamasa, Rustam, menyatakan, “Pengakuan ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga motivasi bagi seluruh jajaran kami untuk terus memperkuat akuntabilitas dan pelayanan informasi kepada masyarakat.” Keberhasilan ini mencerminkan upaya nyata dalam menyajikan data dan informasi publik secara terbuka, tepat waktu, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.

“Kami bersyukur atas pencapaian ini. Masuk dalam tiga besar terbaik se-Provinsi Sulawesi Barat adalah bukti bahwa kerja keras dan komitmen kita dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang keterbukaan informasi publik, mendapat pengakuan. Ini bukan hanya keberhasilan Bawaslu Mamasa, tapi juga keberhasilan masyarakat Mamasa yang telah aktif berpartisipasi,” 

“Prestasi ini bukan akhir, melainkan pemicu semangat untuk bekerja lebih baik lagi. Kami ingin memastikan bahwa setiap informasi yang menjadi hak publik dapat diakses dengan mudah, cepat, dan akurat. Karena kami percaya, keterbukaan adalah kunci untuk membangun kepercayaan,” ungkapnya.

Penulis dan Foto : Humas

Editor : Humas

Tag
Berita